Harga daging ayam pada saat sekarang ini sedang tidak stabil, apalagi ketika memasuki hari raya, baik itu hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Karena makanan hasil olahan daging ayam banyak disukai oleh hampir seluruh manusia di dunia. Permintaan konsumen sebelum dan sesudah hari raya selalu meningkat sehingga berakibat kepada kenaikan harga dari daging ayam ini. Tidak dapat dipungkiri karena daging ayam adalah bahan makanan wajib dan lauk favorit keluarga. Walau harga daging ayam selalu melonjak tetapi banyak yang tetap membeli daging ayam, bahkan lauk berbahan dasar daging ayam tetap dibeli hampir setiap hari.
Daging ayam merupakan komoditi bangsa yang sering mengalami turun naiknya harga yang cukup signifikan apalagi di masa pandemi ini. Penurunan harga yang tidak terduga menjelang Idul Fitri kemarin, dimana harga daging ayam anjlok mencapai kisaran Rp. 10.000 per kilogram. Dalam beberapa hari terakhir harga daging ayam malahan mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kenaikan harga terjadi karena menurunnya produktivitas daging ayam dalam beberapa waktu terakhir dimana akhirnya stok daging ayam menjadi minim sedangkan permintaan akan daging ayam sangat tinggi. Harga daging ayam menjadi tinggi dikarenakan adanya penurunan produksi di peternakan ayam.
Dalam mengatasi kenaikan harga daging ayam, Ikappi (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) menjalin kontak dengan peternak dan pemerintah agar biaya daging ayam ras dapat turun pada bulan-bulan berikutnya. Walaupun begitu diperkirakan biaya daging ayam pada bulan Juli dan Agustus harganya akan turun.
Penyebab Harga Daging Ayam Naik dan Turun
Ada beberapa penyebab yang membuat harga daging ayam naik dan turun, yaitu:
1. Penurunan Produktivitas Ayam karena Penggunaan Obat-obatan yang Dikurangi
Dengan dikuranginya penggunaan obat-obatan kepada ayam ternak memang berakibat dengan menurunnya produktivitas ayam potong sehingga tentu saja berkurangnya stok daging ayam, pengurangan ini dilakukan agar ayam potong lebih layak dikonsumsi dan lebih sehat untuk dikonsumsi atau di makan. Mengurangi kadar obat-obatan terutama antibiotik beresiko pada peningkatan kematian dan lain-lain pada ayam ternak. Walaupun maksud dari pengurangan penggunaan antibiotic tersebut bermaksud baik untuk konsumen, tetapi ternyata berimbas kepada penurunan produktivitas ayam potong dan akhirnya berakibat kepada stok daging ayam yang langka.
2. Adanya Faktor Cuaca Ekstrem di berberapa Wilayah yang Menjadi Sentra Peternakan Ayam
Dalam beberapa bulan terakhir ini dan sebelum terjadinya Pandemi Virus Corona. Cuaca ekstrem telah melanda dunia. Tentu saja dengan adanya kemarau Panjang atau musim penghujan yang terus menerus sehingga akhirnya berakibat kepada penurunan produktivutas ayam potong. Di beberapa wilayah yang menjadi sentra perternakan ayam dengan adanya cuaca ekstrem ini akhirnya membuat mereka mudah terjangkit penyakit dan akhirnya ayam-ayam peternak tersebut mati dan berimbas kepada stok daging ayam.
3. Penyebab Harga Daging Ayam Naik karena Penurunan Supplai ke Pasaran Dengan adanya Masa Libur Lebaran
Dengan menurunnya supplai daging ayam ke pasaran membuat pasokan ke pasar menjadi berkurang dan permintaan akan daging ayam meningkat. Adanya masa liburan di hari lebaran membuat pasokan daging ayam menurun dan akhirnya meningkatkan biaya daging ayam tersebut. Supplai daging ayam karena masa libur lebaran yang Panjang membuat para pekerja di peternakan meminta cuti lebaran. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab berkurangnya supplai daging ayam ke pasar dan akhirnya meningkatkan biaya daging ayam di pasaran.
4. Penyebab Harga Daging Ayam meningkat karena ada pihak lain Yang Menaikkan Harga demi Keuntungan
Dengan adanya dugaan kepada pihak-pihak lain yang dengan sengaja menaikkan biaya daging ayam demi keuntungan yang lebih besar menjadi salah satu factor meningkatnya harga daging ayam terlebih lagi di saat hari raya Lebaran. Potensi menikmati marjin keuntungan yang lebih besar dari pedagang dapat memicu peningkatan harga daging ayam. Faktor-faktor tersebutlah yang mengakibatkan pasokan dan pendistribusian daging ayam relative menjadi terganggu.
Peningkatan biaya daging ayam di beberapa pasar di Indonesia, contohnya di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang dengan biaya daging ayam cukup tinggi yaitu mencapai biaya Rp. 45.000 per kilogram, biasanya biaya daging ayam di pasar tersebut hanya berkisar Rp. 27.000 per kilogramnya. Para pedagang di pasar tersebut akhirnya bersepakat untuk berjualan terlebih dahulu karena biaya daging ayam yang cukup tinggi. Kesepakatan ini dilakukan agar biaya daging ayam kembali stabil. Karena dengan biaya daging ayam yang cukup tinggi akan sulit menjual daging ayam tersebut sehingga dapat merugikan penjual daging ayam di pasaran.
Melonjaknya biaya daging ayam dikarenakan juga biaya daging ayam tersebut di peternak juga sudah mahal yaitu mencapai harga sampai Rp. 22.000, jadi kalau di pasar tradisional harga Rp. 33.000 – Rp. 34. 000 itu adalah modal penjual daging ayam. Karenanya mereka harus menjual biaya daging ayam diatas biaya modal mereka.
Dengan tidak stabilnya harga daging ayam dipasaran tentunya membuat pengkonsumsi ayam cukup membuat resah. Apalagi daging ayam adalah bahan baku yang menjadi favorit anak-anak dan biasanya mereka hampir setiap hari meminta menu daging ayam khususnya anak-anak yang sangat menyukai daging ayam goreng dan Kentucky. Untuk ibu-ibu tentu sangat membuat resah dengan kenaikan biaya daging ayam tersebut. Apalagi dengan kenaikan harga bahan pokok lain yang juga meningkat apalagi di masa pandemi ini.
Bagi konsumen dan ibu-ibu yang anak-anaknya senang mengkonsumsi ayam goreng, tidak perlu resah dan gelisah lagi. Apalagi untuk warga Bandung, Jawa Barat. Karena telah hadir kirimayam.id dimana produk ayam olahan dari kirimayam.id yang mempunya slogan Fresh and Healthy, menawarkan biaya daging ayam yang tidak terlalu tinggi. Kirimayam.id yang telah tersertifikasi MUI dan sudah terjamin ke Halal-annya, menjual daging ayam yang berkualitas dengan biaya tidak terlalu tinggi. Tentu saja daging ayam di kirimayam.id terjamin kebersihannya dan sudah siap diolah oleh ibu-ibu sekalian.
Kirimayam.id juga menawarkan berbagai Jenis olahan daging ayam berkualitas dari jenis daging ayam utuh (Whole Body) dan juga perpotongan, jenis daging ayam yang dijual dengan aneka ayam potong dari Fillet (Boneless) dada, paha utuh, paha bawah, sayap ayam (wings), ceker (kaki ayam), paha atas, kepala ayam, sampai ada juga jenis ayam kampung Bandung. Kirimayam.id juga menawarkan free delivery dan Returnable. Jadi ibu-ibu di wilayah sekitar Bandung sekarang tidak perlu bingung dan khawatir lagi dalam membeli daging ayam karena sudah ada kirimayam.id yang akan memenuhi kebutuhan ibu-ibu sekalian dalam membeli daging ayam.
Walau biaya daging ayam terus melonjak tetapi karena daging ayam adalah makanan favorit dan menjadi bahan makanan olahan yang di konsumsi oleh manusia maka sangatlah sulit untuk tidak membeli daging ayam. Daging ayam sudah menjadi komoditi dunia karena di seluruh dunia makanan favoritnya tentu saja selain daging sapi, kambing, kerbau dan lain sebagainya, daging ayam menjadi salah satu makanan favorit dan dapat diolah menjadi jenis makanan apa saja, dengan memilih daging ayam yang berkualitas diharapkan tidak harus dengan harga yang mahal dan tinggi. Dan semoga saja dapat memberikan kesehatan bagi keluarga.
