Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan ayam yang satu ini? Ya!, “Ayam Tiren” atau ayam mati kemaren, ayam tiren sempat menghebohkan publik pada tahun 2009 silam karena masyarakat tidak tahu menahu perbedaan mencolok dengan ayam segar di pasar sehingga menyebar luas di beberapa daerah di Indonesia.
Dilansir dari sebaran Kementrian Pertanian Republik Indonesia Ciri-ciri fisik dari ayam tiren diantaranya : Warna daging yang kebiru-biruan atau pucat tidak segar, Baunya tidak sesedap ayam pada umumnya, Sembelihan di leher ayam terlihat sempit dan rapi, Ketika di tekuk sendi ayam terasa kaku dan tidak elastis, serta warna kulit licin dan mengkilat karena efek dari formalin.
Maka bagi anda yang ingin membeli ayam di pasar anda perlu waspada karena tidak sedikit para pedagang ayam yang berlaku curang untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya dengan mengurangi kualitas barang dagangannya.
Namun jika anda sudah terlanjur membeli atau memang sengaja membeli ayam mati kemaren, maka ada beberapa cara untuk membuat ayam tiren bernilai jual dan bermanfaat bagi anda. Ya caranya adalah dengan membuat ayam tiren sebagai Pakan ternak. Bagaimana bisa? Berikut kami akan jelaskan caranya..
Cara Mengubah Ayam Tiren Menjadi Pakan Ternak
1. Ubah Limbah Ayam Tiren Jadi Pakan Ikan Lele
Dalam beberapa tahun terakhir, budidaya ikan lele menjadi salah satu tombak bisnis kalangan masyarakat Indonesia, alasannya karena budidaya ini tidak membutuhkan modal yang besar seperti budidaya ternak lainnya. Dan juga tingkat konsumen ikan lele terus meningkat dari waktu ke waktu, alhasil para peternak lele mudah untuk menyalurkan hasil panen lelenya ke para konsumen atau distributor.
Ada 3 kebutuhan utama operasional ikan lele, yaitu : Bibit Ikan lele, Pakan Ikan, dan Vitamin & Obat Ikan lele. Kali ini kita akan membahas Pakan ikan lele sendiri. Untuk menghasilkan bibit bibit ikan lele yang sehat dan berkualitas serta bernutrisi sehingga aman untuk dikonsumsi konsumen maka peternak ikan lele perlu memperhatikan jenis pakan dari ikan lele tersebut.
Selama ini para peternak ikan lele hanya bisa mengandalkan pakan buatan pabrik yang harganya lumayan tinggi, namun sekarang ada alternative lain untuk membuat pakan lele dengan harga yang murah tanpa mengesampingkan kualitas yaitu dengan pakan berbahan dasar ayam mati kemaren.
Meskipun banyak orang tidak mempercayai bahwa ayam tiren bisa jadi pakan ternak, tetapi selama ini penggunaan ayam tiren sebagai pakan di kalangan peternak lele masih dalam kondisi aman aman saja, karena lele yang hakikatnya hewan pemakan daging.
ayam mati kemaren anda bisa peroleh dari kandang peternak ayam ras yang dekat dengan lokasi anda, setiap hari pasti ada ayam yang mati dalam kandang, kemudian ayam tersebut dijual kepada pembeli dengan harga yang sangat murah. Biasanya harga yang ditawarkan penjual ayam tiren ke peternak lele berkisar Rp 40.000/ 15-20 ekor, namun anda bisa memilih ayam yang mati dengan jangka waktu yang belum lama misal dalam sehari atau dua hari saja untuk menghindari penyakit menular ke lele atau manusia. Setelah anda sudah mendapatkan ayam yang sesuai dengan harga yang pas, sekarang adalah cara mengubahnya menjadi pakan lele :
- Pertama yang anda lakukan adalah mencuci dengan bersih ayam tersebut dan mengeringkannya.
- Kedua, membakar ayam tiren untuk menghilangkan bulu bulu ayam dan bakteri yang kemungkinan masih menempel
- Ketiga, Cincang daging ayam tiren menjadi beberapa potongan dan lemparkan kedalam kolam lele anda, untuk hasil yg bersih pisahkan dengan tulang ayam agar tidak mengotori kolam (Optional).
Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah memakai sarung tangan, masker dan baju pelindung saat membuat pakan dari ayam tiren dan setelah itu mandi dengan bersih menggunakan sabun dan shampoo untuk mencegah kemungkinan adanya flu burung atau masalah masalah penyakit lainnya.
Dilansir dari Kompasiana.com yang melakukan wawancara dengan salah satu peternak ikan lele dengan menggunakan ayam mati kemaren sebagai pakannya, menyebutkan bahwa belum ada permasalahan yang dia hadapi selama menggunakan jenis pakan ini, walaupun beredar isu di masyarakat akan membuat ikan lele beratnya cepat menyusut, namun dia percaya bahwa isu itu hanya akal-akalan produsen pakan pabrik semata agar kembali ke produk buatan pabrik. Namun itu semua kembali kepada anda, apakah anda berani mencoba menggunakan jenis pakan ini untuk lele anda atau tidak.
2. Ubah Limbah Ayam Tiren jadi Pakan Bebek
Sama halnya pun dengan pembahasan diatas, tidak hanya untuk lele ternyata limbah ayam mati kemaren dapat dipakai untuk pakan ternak bebek atau itik juga. Namun yang berbeda kali ini adalah tidak menggunakan seluruh daging ayam tiren untuk diolah melainkan hanya usus dari ayam tiren.
Menurut survey yang dilakukan kurang lebih ada 100 ton ayam yang dipotong setiap tahunnya, dengan asumsi tiap ayam yang dipotong memiliki berat usus 6.5% dari berat keseluruhannya. Maka dari itu pemanfaatan usus dari ayam mati kemaren untuk pakan bebek sangat menguntungkan bagi anda peternak bebek atau itik karena potensinya begitu besar. cara mengolahnya pun tidak begitu rumit, anda bisa terapkan cara dibawah ini :
- Pertama, Limbah Usus ayam tiren dibersihkan terlebih dahulu, dicuci dengan air bersih dan dikeringkan.
- Kedua, Rebus limbah usus ayam tiren tersebut selama kurang lebih 45 menit setelah air sudah mendidih dan anda bisa menambahkan papaya atau nanas agar usus menjadi lebih lunak. Perebusan dimaksudkan untuk mematikan mikroba pathogen, dan juga mengeluarkan lemak ayam
- Ketiga, Usus ayam tiren digiling sehingga teksturnya menjadi lebih lembut.
- Keempat, Keringkan limbah usus ayam tiren yang sudah di giling, dijemur dibawah matahari (1- 2 hari) atau di oven di suhu 115 derajat celcius untuk menghilangkan kadar air sekitar 7%.
- Kelima, tambahkan tepung ke limbah usus, dan pakan bebek sudah siap.
Perlu diketahui bahwa mengapa harus diolah menjadi tepung limbah ayam mati kemaren karena dengan diolahnya menjadi tepung akan lebih banyak khasiat yang dihasilkan seperti calcium 3.37%, protein 52.5%, energi metabolisme 4104 kkal, dan fosfor 1.92%. anda juga harus mengetahui bahwa kadar lemak dari hasil limbah usus ayam tiren tergolong tinggi sehingga anda tidak dapat menyimpannya dalam waktu yang lama (> 1 bulan) karena akan berubah menjadi tengik.
Bagaimana? Tertarik? Sedikit info untuk anda, sekarang anda tidak perlu khawatir lagi untuk mencari berbagai jenis ayam di luar sana, karena sekarang sudah hadir “kirim ayam” dengan sertifikasi halal, BPOM, NKV dan sertifikasi Uji lab non mikroba ecoli. Kualitas terbaik dan sampai ke tangan anda dengan produk yang terjamin.

