Cara Mengkonsumsi Ayam Broiler dan Cara Memasaknya

ayam broiler

Ketika mau membeli daging ayam broiler atau ayam potong, tentu yang disadari orang pertama kali adalah kandungan lemaknya. Memang daging ayam itu sendiri mempunyai tekstur yang empuk serta harganya yang murah.

Daging ayam broiler ini memang empuk dan dijual dengan harga murah, tetapi juga harus hati-hati karena kandungan lemaknya yang banyak daripada ayam kampung. Kalau mau lebih sehat lagi, maka harus membuang lemaknya terlebih dahulu sehingga cuma bagian yang benurtrisinya ssaja yang dikonsumsi.

Inila cara mengkonsumsi ayam potong dan cara memasaknya

Cara Mengkonsumsi Daging Ayam Broiler

Cara Mengkonsumsi Daging Ayam Broiler

1. Buang kulitnya

Kalau anda membeli daging ayam namun sudah dipotong-potong, maka kuliti daging ayam serta buang saja karena kulit ayam mempunyai kandungan lemak yang cukup banyak. Tetapi biasanya beberapa orang tidak ingin membuang kulit ayam karena alasan enak untuk dimakan dan sayang kalau dibuang karena bisa diolah. Tapi itu sebuah pilihan, kalau mau lebih sehat maka bisa membuang kulit ayam

2. Buang lemaknya

Bukan cuma kulit ayamnya saja yang dibuang tetapi lemak yang menempel pada daging juga wajib dibuang. Janganlah takut misalkan ada rasa tidak gurih, karena pada dasarnya daging ayam sudah gurih dan juga enak.

3. Rendam cuka

Pada dasarnya di dalam daging ayam terdapat kandungan lemak lagi, namun supaya lebih bersih maka ambil cuka makan secukupnya saja, kalau tidak ada bisa diganti menggunakan jeruk nipis. Lumuri daging ayam menggunakan cuka atau jeruk nipis dengan rata lalu rendam sekitar kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan lendir serta lemak yang berminyak, cuci sampai bersih.

4. Rebus sebelum dimasak ulang

Untuk menghilangkan lemak yang tersisa menempel serta menghilangkan bau tidak sedap, maka terlebih dahulu direbus sampai cukup matang bagian luarnya, sekitar 15 menit sudah cukup kemudian bilas sampai bersih.

Ayam broiler yang rendah lemak sudah diolah sesuai selera, dan tidak perlu khawatir jika tidak sehat meski makan ayam broiler. Kebanyakan orang memang suka dengan olahan daing ayam entah itu digoreng, sup ayam, ayam krispy, semur maupun olahan-olahan ayam lainnya. Rasanya yang ena dan gurih, ayam juga terdapat kandungan manfaat yang cukup baik untuk pertumbuhan serta kesehatan tubuh manusia.

Tetapi apa jadinya kalau misalkan daging ayam tersebut terdapat kandungan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, seperti halnya tingkat mengkonsumsi ayam semakin meningkat dari waktu ke waktu serta peternak ayam dituntut untuk berpikir serta bertindak secara cepat kalau mau omset penjualannya meningkat.

Maka ada ayam yang pertumbuhannya lebih cepat dan dagingnya juga empuk. Ayam ini cukup cepat pertumbuhannya karena hanya memakan waktu 45 hari saja dan nafsu makannya juga banyak sampai ayam-ayam itu hanya tau makan, makan dan makan saja. Kalau dirasa sudah cukup besar dan layak untuk dijual, maka bisa disembelih dan dipotong-potong.

Makanan yang kita makan adalah cerminan juga untuk diri kita. Kalau makanan yang sering kita makan bis membentuk karakter orang dan menentukan identitas diri seseorang, maka jangan salahkan kalau di zaman sekarang juga sudah banyak laki-laki yang seperti perempuan dan perempua menjadi laki-laki.

Dr Zulkhair Ali, SpPD KGH spesialis penyakit dalam serta konsultan ginjal dan hipertensi yang berasal dari Palembang berkata kalau hormon Esterogen sering digunakan untuk peternak ayam, dan selain itu bisa mempercepat pertumbuhan dan juga menambah nafsu makan hewan itu, namun sayangnya hormon yang ada pada daging akan melekat dan dikonsumsi. Akibatnya seseorang akan kelebihan hormon esterogen dan tentunya ini bisa mengganggu hormonal manusia yang bersangkutan.

Kalau pria keseringan makan daging ayam, bisa saja pria itu akan cenderung tumbuh seperti perempuan, dadanya membesa dan perilakunya seperti perempuan. Dan pertumbuhan yang terjadi pada perempuan, organ reproduksinya akan terpengaruh dan terjadi menstruasi dini.

Pada akhir-akhir ini LGBT semakin meningkat populasinya, masalah reproduksi, penyakit berbagai rupa, susah berketurunan, tingkah laku yang menyimpang semakin banyak dan diberitaka di media-media. Terlepas dari pro-kontra atau apapun itu, jadi untuk ibu-ibu dan siapapun yang sukanya memasak, pertimbangkanlah hal-hal tersebut.

 

Cara Memasak Ayam Broiler

Cara Memasak Ayam Broiler

Berikut ini ada cara memasak ayam broiler yang bisa dipraktekkan :

Bahan:
Parutan Kunyit secukupnya
Alat kukus
Perasan lemon atau jeruk nipis.

Caranya:

  1. Siapkan daging ayam kemudian potong-potong, satukan bahan-bahan tadi diatasnya.
  2. Remaskan disemua sisi ayam sampai tertutupi dan aastikan semua bahannya meresap.
  3. Kukus ayam selama kurang lebih sepuluh menitan, buka pancinya selama beberapa menit dan angkat ayamnya.
  4. Angkat ayam lalu buang kulit dan buang air kaldunya, karena pada kulit serta kaldu ayam itu memiliki senyawa kimia yang mengendap.
  5. Lalu diolah sesuai selera anda.

 

Perbedaan Ayam Broiler Biasa, Ayam Organik dan Ayam Probiotik

Siapa yang tidak suka dengan daging ayam, hampir semuanya sangat suka dengan daging ini, harganya ang terjangkau, enak dan manfaatnya yang banyak membuat makanan ini jadi semakin enak. Tapi tahukah anda kalau ada beberapa jenis ayam, diantaranya ayam broiler biasa, ayam organik dan ayam probiotik.

AYAM BROILER BIASA

 

Ayam broiler atau istilah lainnya ayam ras pedaging (broiler) yaitu jenis ras yang masuk kategori unggulan hasil persilangan dari macam-macam ayam yang memiliki tingkat produktivitas tinggi, termasuk dalam hal memproduksi daging ayamnya.

Ayam broiler merupakan ayam yang sangat ekonomis dan efisien jika dibandingkan dengan ternak ayam lainnya, untuk kelebihan yang dimiliki yaitu kecepatan pertambahan atau produksi daging dalam waktu yang cukup relatif cepat serta singkat, waktunya yaitu 4 – 5 minggu untuk bisa diproduksi daging ayamnya.

Ada yang menjelaskan kalau ayam broiler merupakan ayam ras pedaging yang pertumbuhannya sangat cepat serta bisa mengubah makanan yang ia makan menjadi daging dengan cara yang sangat efisien, namun kelebihannya itu haruslah ditunjang dengan pemeliharaan yang cukup baik, karen tanpa pemeliharaan yang baik maka daya tahan ayam tubuhnya akan menurun serta mudah untuk terserang penyakit.

Hal inilah yang dapat menjadi faktor resiko timbulnya pemakaian obat-obatan yang berlebihan di dalam pemeliharaan ayam broiler, walaupun tidak semua peternakan ayam broiler menggunakan obat-obatan yang berlebihan tetapi terbatasnya jumlah tenaga pengawas obat hewan tentunya ini juga mempengaruhi terhadap pengawasan di lapangan.

 

AYAM ORGANIK

Daging ayam Organik merupakan ayam yang sengaja dipelihara tanpa menggunakan vaksin dan tanpa antibiotik lainnya, seperti DOC (Day Old Chick) hingga dibesarkan nya pun tanpa menggunakan vaksin, dan antibiotik-antibiotik lainnya. Pakannya juga terbuat dari bahan organik, contohnya sayuran organik serta dedaknya pun juga juga terbuat dari beras organik.

 

Alhasil pada saat diteliti hampir semuanya tidak ada kandungan pestisida yang terkandung di dalam daging ayam, dan Salmonella Thyposa tercatat negatif, serta kandungan E.colli juga dibawah ambang batas, cemaran logam pun tercatat dibawah ambang batas, sehingga ayam organik sangatlah aman 100% untuk dikonsumsi.

 

AYAM PROBIOTIK

Sementara Ayam Prebiotik merupakan ayam broiler yang dalam pemeliharaannya di beri bakteri Lactobacillus, diberi bahan organik seperti temu ireng, brotowali, kunyit, jahe gajah, temu lawak, dan yang lainnya. Dengan diberikan jamu dan bakteri baik ini, maka membuat ayam prebiotik pencernaannya menjadi lebih baik lagi, Lemak, lendir, dan minyak alami jadi juga lebih sedikit daripada ayam biasanya, sehingga kadar kolestrol pun sedikit.

Ayam Prebiotik memiliki tekstur yang lembut, kesat, warna kulitnya merah muda sehingga nampak ayam lebih segar. Ayam Prebiotik pada saat direbus tidak ada buih-buihnya, alhasil kuahnya menjadi aman jika membutnya menjadi kaldu untuk anda yang biasanya sering membuat sayur sup ayam, dan aneka masakan berkuah lainnya.

 

Bagikan Artikel