Akhir-akhir ini sering terjadi kasus ditangkapnya penjual ayam potong karena sudah menjual daging ayam yang tidak layak konsumsi atau ayam tiren. Istilah ayam tiren sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari kata ayam mati kemaren. Yaitu sebutan untuk daging ayam yang dijual karena sudah terlebih dahulu mati, dan bukan karena sengaja dipotong atau disembelih yang berasal dari ayam yang sehat.
Tentu saja ayam tersebut sudah seharusnya tidak layak untuk dikonsumsi. Karena menurut ajaran agama, ayam yang sudah mati sebelum disembelih tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena sudah termasuk bangkai. Dan mengkonsumsi bangkai adalah haram hukumnya. Ilmu kesehatan juga memberikan larangan keras untuk mengkonsumsi ayam tiren karena banyak bisa menimbulkan penyakit bagi tubuh.
Pengertian ayam tiren
Seperti yang sudah sedikit diulas di atas, ayam tiren adalah sebutan untuk ayam yang sudah mati kemaren, dan akhirnya dijual untuk dikonsumsi. Karena ayam tersebut mati sebelum disembelih, maka sebutan untuk ayam tersebut juga sudah berubah, yaitu menjadi bangkai. Dengan uraian tersebut bisa disimpulkan, ayam mati kemaren sama dengan bangkai ayam yang dijual untuk dijadikan sebagai ayam konsumsi.
Tentu saja ayam mati kemaren ini sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Dilihat dari segi agama dan juga dari segi kesehatan, sama-sama memberikan larangan keras untuk mengkonsumsi ayam tiren dengan alasan yang logis dan kuat. Bahkan, tanpa alasan tersebut, sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai sendiri ketika mendengar sebutan ayam tiren yang tidak lain adalah sebutan untuk bangkai ayam.
Alasan agama untuk melarang mengkonsumsi ayam tiren adalah, dikarenakan ayam mati kemaren adalah termasuk dalam golongan bangkai, karena sudah mati sebelum disembelih. Dan dalam ajaran agama, mengkonsumsi bangkai adalah haram hukumnya. Sedangkan dari segi kesehatan, ayam tiren tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi adalah karena ayam mati tanpa disembelih, sehingga darah ayam masih tertinggal dalam tubuh ayam.
Ayam tiren sendiri biasanya mati karena suatu penyakit. Dengan demikian, darah ayam yang tertinggal dalam tubuh ayam, bisa dipastikan juga penuh dengan bakteri dan penyakit. Apabila daging ayam mati kemaren ini dikonsumsi manusia, maka dikawatirkan bakteri atau penyakit yang ada dalam darah dan tubuh ayam, juga ikut masuk ke dalam tubuh manusia. Bila hal ini terjadi, maka bisa terjadi manusia akan tertular penyakit yang dibawa oleh ayam tiren.
Ciri-ciri daging ayam tiren
Bagi para konsumen, khususnya ibu-ibu rumah tangga, sebaiknya mengetahui ciri-ciri daging ayam yang sehat dan juga ayam tiren .Sebab di pasar, banyak sekali dijual ayam mati kemaren yang tidak akan diketahui konsumen apabila tidak teliti dalam membelinya. Apalagi dengan berbagai cara, para penjual nakal bisa membuat daging ayam mati kemaren menjadi terlihat seperti daging ayam yang segar sehingga sulit untuk dibedakan.
Akan tetapi sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui apakah daging ayam yang dijual termasuk daging ayam segar atau daging ayam tiren. Karena baik daging ayam segar maupun daging ayam tiren masing-masing memiliki ciri sendiri-sendiri. Secara garis besar, perbedaan atau ciri- ciri daging ayam segar dan daging ayam tiren adalah.
Ciri-ciri daging ayam segar
Ciri daging ayam segar bisa dilihat dari berikut ini :
- Warna daging ayam putih pucat
- Daging ayam tidak berbau anyir
- Bekas sembelihan pada leher ayam terlihat terbuka lebar
- Pori-pori pada kulit ayam tertutup rapat sehingga kulit ayam terlihat halus
- Pada bagian sendi, terasa elastis saat ditekuk
Untuk bisa mendapatkan daging ayam segar, sebaiknya konsumen membeli di kios penjual daging ayam yang resmi. Bisa di dalam pasar tradisional atau di supermarket, asalkan sudah jelas penjualnya. Membeli daging ayam di jalan atau penjual daging ayam keliling yang tidak diketahui dengan jelas identitasnya, cukup besar resikonya akan mendapatkan daging ayam yang tidak segar atau ayam tiren.
Sementara ciri-ciri daging ayam tiren adalah sebagai berikut :
- Warna daging tidak terlihat putih segar, tapi cenderung kebiru-biruan.
- Aroma daging tidak normal, karena ada bau anyir atau amis.
- Kulit ayam terasa kasar, karena pori-pori bekas cabutan bulu aya tidak bisa menutup dengan rapat.
- Bekas sembelihan pada leher terlihat tipis dan rapi karena darah ayam sudah mati sebelum disembelih sehingga darah ayam tidak keluar.
- Pada persendian akan terasa kaku dan tidak elastis saat ditekuk.
- Pada sebagian daging ayam tiren, kulit ayam terlihat mengkilap dan licin saat diraba. Hal ini bisa terjadi karena daging ayam diberi pengawet seperti formalin dan sejenisnya.
Penyakit yang disebabkan mengkonsumsi ayam tiren
Karena daging ayam berasal dari ayam yang sudah mati, maka otomatis daging ayam ini sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Ayam yang sudah mati tidak berbeda dengan bangkai. Pada bangkai, sudah pasti akan menyebabkan berbagai penyakit. Karena dalam bangkai ayam pasti ada berbagai jenis bakteri yang bersarang di dalamnya.
Ada banyak penyakit yang bisa disebabkan dengan mengkonsumsi ayam mati kemaren. Karena pada bangkai , sudah bisa dipastikan terdapat banyak bakteri dan kuman yang bersarang di dalamnya. Dan apabila bangkai tersebut dikonsumsi oleh manusia, maka bakteri atau kuman yang ada di dalamnya akan berpindah ke tubuh manusia. Beberapa alasan daging ayam mati kemaren tidak baik untuk dikonsumsi adalah bakteri yang tumbuh dalam di dalamnya.
Karena ayam tidak disembelih, atau disembelih ketika ayam sudah mati, maka otomatis darah ayam tidak keluar. Saat ayam sudah mati, maka darah di dalamnya juga akan ikut membusuk, dan menjadi tempat bakteri tumbuh dan berkembang. Semakin lama, bakteri akan semakin banyak dan masuk ke dalam daging ayam.
Apabila daging ayam mati kemaren yang sudah tercemar bakteri ini dikonsumsi manusia, maka sangat besar kemungkinan bakteri juga ikut masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Semakin lama daging ayam membusuk, maka semakin banyak bakteri yang berkembang, dan semakin besar kemungkinan menyebabkan penyakit pada manusia yang mengkonsumsinya.
Bakteri yang paling banyak dijumpai di dalam daging ayam mati kemaren adalah bakteri ecolli dan salmonela. Bakteri ini adalah sejenis bakteri yang menyerang organ pencernaan dan mengakibatkan timbulnya penyakit seperti diare dan disentri. Diare dan disentri adalah penyakit dimana orang akan buang air besar secara terus menerus.
Diare dan disentri juga bisa menyebabkan dehidrasi karena orang banyak kehilangan cairan dari dalam tubuhnya. Keadaan ini bila berlanjut, bisa membahayakan karena bisa mengakibatkan kematian. Selain itu, mengkonsumsi daging ayam tiren juga bisa menyebabkan keracunan yang berakibat pada kematian.
Mengingat begitu banyak bahaya yang disebabkan akibat mengkonsumsi ayam mati kemaren, maka konsumen hendaknya sangat berhati-hati dalam memilih dan membeli daging ayam untuk dikonsumsi. Mengetahui ciri-ciri daging ayam yang sehat dan daging ayam tiren, akan menyelamatkan konsumen karena salah dalam memilih daging ayam.


