Harga Daging Ayam Naik, ini penyebabnya !

daging ayam

Daging mentah merupakan komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini baik itu di olah menjadi makanan cepat saji, frozen food, maupun dijual kembali. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia banyak masyarakat yang membeli salah satu jenis daging mentah ini dengan harga yang relatif murah dibanding dengan daging sapi, yakni daging ayam.

Konsumsi daging ayam pada saat ini cukup meningkat dibanding dengan beberapa tahun lalu di wilayah pasar. Diambil dari website resmi informasi pangan jakarta Dengan mengambil contoh pada wilayah DKI Jakarta sendiri harga daging ayam broiler per-tanggal 31 januari 2021 mencapai Rp 37.730/ekor, dibanding dengan tahun lalu pada 2020 silam ditanggal dan bulan yang sama harga daging ayam broiler berkisar Rp 36.000/ekor.

Tetapi harga tersebut masih terbilang cukup fluktuaktif untuk harga daging ayam sendiri. Jika kembali ke 2 tahun sebelumnya pada 2019 harga daging ayam potong mengalami penurunan drastis sampai dengan Rp 30.000/ekor mengakibatkan banyak peternak mengakhiri dengan gulung tikar karena permasalahan ini.

Disamping harga daging ayam yang naik menguntungkan peternak, disamping itu juga malah menyerang balik para konsumen karena harga yang melonjak.

Penyebab Daging Ayam Naik di Tahun 2021

daging ayam

Oleh karena itu anda perlu mengetahui apa saja penyebab harga daging ayam naik diawal tahun 2021 ini? mari kita simak beberapa point penting dibawah ini :

1. Permasalahan Covid-19 yang tak kunjung selesai

Hampir setahun dihitung sejak akhir bulan februari 2020 wabah virus corona atau covid-19 menyerang Negara Indonesia, tak hanya sektor social dan kesehatan saja yang kena dampak dari ini. tetapi juga mewabah ke sector ekonomi secara tidak langsung.

Pada wilayah peternak ayam potong, wabah virus covid-19 sangat merugikan karena harga pakan ayam yang melambung tinggi dan para peternak ayam potong cenderung sulit untuk memasarkan hasil ternaknya terutama karena PSBB (Pembatasan berskala besar).

Dalam kondisi seperti ini banyak peternak ayam membanting stir ke pekerjaan lain. Sehingga harga daging ayam melambung tinggi. Pada new normal kehidupan peternak sudha berangsur angsur membaik karena sudah banyak masyarakat membuka usaha dengan tetap menjalankan protocol kesehatan.

2. Penurunan Konsumsi Daging Ayam di Masyarakat

Pola makanan masyarakat juga begitu berpengaruh dalam naik drastisnya harga daging  ayam potong. Contoh ketika masyarakat mulai beralih untuk meninggalkan daging ayam ke d aging sapi,kambing, atau ikan karena mencari harga yang murah.

Intensitas masyarakat yang beralih ini tidak dalam jangka waktu yang cukup lama, perkiraan hanya sebulan sampai dua bulan. Dan ketika harga daging ayam sudah mulai stabil, kemungkinan besar masyarakat akan beralih lagi kembali ke daging ayam.

3. Tidak Pastinya Jumlah Produksi dan Permintaan

Fenomena kelebihan produksi sering terjadi di pasaran, entah itu dikarenakan kurangnya informasi dari pemerintah ataupun kesalahan dari para peternak. Kelebihan produksi diakibatkan jumlah bibit ayam potong yang terlalu banyak sehingga ketika sudah mulai panen jumlahnya akan melimpah. Sehingga ketika permintaan sudah mulai naik, sebaliknya stok sudah menipis dan cadangan untuk ayam potong tinggal sedikit.

4. Bibit dan Kualitas Pakan Ayam Potong Jelek

Dilansir dari Liputan6.com yang melakukan wawancara dengan Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam (GOPAN) “Heri”, menyebutkan gangguan pasokan daging ayam terjadi usai libur panjang pada saat awal Covid-19 serta terjadi penurunan kualitas bibit ayam potong dan pakan yang jelek sehingga produksi ayam potong berkurang.

Kualitas pakan ayam potong menurun kemungkinan disebabkan pabrik pakan menggunakan bahan baku pakan import. Jika peternak ingin mengambil paka dari luar saat ini masih dalam harga tinggi dan juga dolar AS masih naik terutama saat wabah Covid-19, sehingga pabrik pakan memutuskan untuk menstabilkan harga pakan dengan mengurangi kualitas sedikit demi sedikit. Yang pada akhirnya banyak unggas yang tidak dalam keadaan sehat untuk di jajakan keluar.

harga daging ayam

Beberapa penyebab harga daging ayam bisa naik dan turun diatas dapat dicegah sebelum terjadi, contohnya dari Kementrian Pertanian sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh para pelaku usaha ternak khususnya ayam untuk memaksimalkan penyerapan karkas ayam sehingga dapat ditampung didalam cold storage sebagai cadangan ketika dibutuhkan.

Untuk menjaga kestabilan harga pasar, pemerintah berharap peternak agar tidak lagi menjual hasil ternaknya dalam bentuk ayam segar ke pasar melainkan dijual dalam bentuk ayam beku,olahan, ataupun produk-produk yang diminati di masyarakat. Dari kementrian pertanian, “Diarmita” menyebutkan untuk menstabilkan harga ayam dipasaran akan dilakukan kebijakan di aspek hulu terutama pada pengaturan bibit ayam dan mutu benih bibit yang bersertifikat.

Berikut adalah beberapa harga ayam potong hari ini dari peternak langsung dibeberapa wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya per tanggal Sabtu 31 Januari 2021 : Jawa Barat berkisar Rp 16.000/ekor – Rp 17.500/ekor, Jawa Tengah berkisar Rp 15.600/ekor – 16.500/ekor, Jawa Timur Berkisar Rp 15.800/ekor – Rp 16.500/ekor. Harga tertinggi berada di wilayah DKI Jakarta, NTT (Kupang), Sulawesi (Manado), Sumatera dan Kalimantan (Pontianak) dengan harga ayam berkisar Rp 18.000/ekor – 30.000/ekornya.

Biasanya harga ayam potong di Pulau Sumatera hanya berkisar Rp 15.000 – Rp 18.000 saja namun terjadi peningkatan sebesar Rp 1.000 – 5.000/ekornya. Harga ini belum lagi harga yang dijual di pasaran, biasanya akan selisih 10rb ketika sampai ditangan penjual. Jika kita beralih ke Pulau Kalimantan khususnya Pontianak harga jual di pasar mencapai Rp 40.500 dengan bobot per ekor 1.5kg.

Perbedaan perbedaan harga tersebut tergantung dari besar biaya hidup di suatu wilayah seperti perbedaan harga di Pulau kalimantan dan di Pulau Jawa yang terpaut cukup besar perbedaan harganya. Begitupun dengan pulau pulau lainnya. Namun jika di ratakan secara nasional hampir di semua provinsi di Indonesia kenaikan harga daging ayam berkisar 10 – 15% dari harga daging ayam sebelumnya.

Untuk anda jika ingin mengetahui informasi yang update mengenai harga daging ayam potong hari ini anda bisa dapatkan di website terpercaya dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia. Dengan mengetahui kisaran harga harga daging ayam hari ini dan yang akan datang, anda bisa memanfaatkannya dengan memperkirakan jenis makanan apa yang akan diolah ataupun membuat bisnis warung makan olahan ayam.

Untungnya di saat pandemik virus covid-19 ini banyak kemudahan yang ditawarkan oleh peternak dan distributor ayam potong untuk sampai ketangan masyarakat dengan harga terjangkau. Salah satunya dengan adanya badan usaha bernama “Kirim ayam”, kirim ayam memberi kemudahan kepada masyarakat untuk langsung memesan ayam potong langsung dari hasil ternak dengan harga yang relative terjangkau dengan kualitas yang terjamin. “Kirim Ayam” sendiri sudah memiliki beberapa sertifikasi pendukung diantaranya : Sertifikasi halal, Sertifikasi BPOM, Sertifikasi NKV, dan Sertifikasi Uji Lab non-Mikroba-ecoli. Sehingga aman untuk masyarakat.

Bagikan Artikel