Bahan-bahan makanan yang masih segar dan diolah menjadi menu sehari-hari menentukan bagaimana gizi yang masuk dalam tubuh seseorang. Seperti ketika daging ayam tiren dan daging ayam segar dibandingkan maka yang paling bagus adalah daging ayam segar.

Setiap pembeli harus waspada terhadap daging ayam yang dijual di pasaran. Sebab masih banyak kasus penjualan daging ayam yang tidak berkualitas dan merugikan konsumen. Saat membelinya, pembeli bisa mengamati beberapa ciri daging ayam yang bagus dan tidak.

Ayam yang mati kemarin atau tiren dan ayam yang masih segar bisa diamati bukan hanya dari segi fisiknya tetapi juga dari baunya. Karena disebut tiren, tentu ayam ini beraroma tidak sedap dan ciri fisiknya pun juga tidak seperti ayam segar pada umumnya. Maka dari itu, Anda bisa mengamatinya sebelum membeli agar terhindar dari penipuan dan mendapatkan daging ayam segar.

Ciri Daging Ayam tiren dan Segar

kirimayam

1. Warna Daging

Ciri fisik daging bisa mengindikasikan apakah ayam yang Anda beli termasuk ayam segar atau tidak. Dari segi warna, ayam tiren memiliki warna kuning yang tidak wajar. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melihat cirinya yang berupa memar dan cairan darah yang berwarna gelap. Kulit daging juga dipenuhi dengan bercak merah serta warna kebiru-biruan. Sementara untuk ayam segar memiliki daging yang berwarna putih segar, tidak pucat ataupun kuning. Daging tiren cenderung agak lemah yang sangat berbeda dengan daging ayam dari pemotongan normal dimana konsistennya lebih kenyal.

2. Aroma atau Bau

Aroma dari daging tiren tentu berbeda dengan ayam yang segar. Daging ayam tiren berbau amis dan tidak nyaman. Bahkan beberapa juga menyerupai bau busuk. Sementara untuk daging ayam segar dan sehat memiliki aroma yang khas dimana baunya normal dan memiliki cita rasa segar atau tidak amis. Ketika Anda ingin membeli daging ayam maka amati juga urat nadi yang ada di lehernya. Jika ayam disembelih dengan kondisi sudah mati maka urat leher tidak putus. Tetapi jika ayam mati dengan proses sembelih maka akan kontraksi dan urat lehernya putus.

3. Harga Jual dan Wadah

Penjualan daging ayam umumnya dilakukan pada sore dan malam hari. Harganya murah dan seringkali diletakkan pada wadah bak atau ember. Penjual akan merendamnya dengan formalin dan menggunakan pewarna kuning. Ciri khas dari daging ayam tiren adalah tubuh karkars yang lebam dan terlihat kebiruan. Penjual juga akan memilih wadah yang berair atau diberi tempat yang basah agar daging tersebut terlihat segar. Apalagi ada obat yang dijual bebas untuk memberi warna tertentu pada daging ayam agar mirip dengan daging ayam asli.

Ayam yang berkualitas baik jika digoreng ataupun kulit disobek akan ada warna kemerahan. Sementara untuk daging tiren jika digoreng dan sebelumnya diletakkan pada wadah tertutup maka akan ada genangan air yang bercampur darah. Selain itu, bekas potongan leher ayam juga akan terlihat rata ataupun rapi.

Sebagai pembeli, Anda bisa lebih teliti karena daging ayam tiren ini bisa dijual setengah matang yang diwarnai warna kuning. Agar terhindar dari daging ayam berkualitas buruk ini, buka kulit ayam dan amati. Ayam mati kemarin memilki bercak-bercak darah antara kulit dan sudah membeku.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa daging ayam tiren memiliki ciri tidak adanya bekas potongan atau sayatan pisau di leher. Padahal jika melihat dari panduan sertifikasi halal atau SOP bagaimana cara menyembelih ayam, harusnya bekas luka dari penyembelihan tersebut tidak jauh di bawah kepala ayam. Anda bisa mengamati bagaimana bekas potongan ini ada pada daging ayam tersebut.

Bahaya Mengonsumsi Ayam Tiren

ayam tiren

Daging ayam yang mati kemarin sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi. Hal ini tentu karena ada beberapa alasan yang menyebutkan bahwa dampaknya buruk untuk kesehatan. Ayam yang mati kemarin kemudian diperjualbelikan tentu memiliki tanda tanya besar apa sebabnya. Berikut ini beberapa resiko atau bahaya yang bisa timbul ketika mengonsumsi ayam tiren.

  1. Daging ayam mati kemarin kemudian disembelih pengeluaran darahnnya tidak akan tuntas dimana hal ini bisa jadi media berkembangnya kuman. Jika dikonsumsi oleh manusia maka akibatnya adalah bisa sakit ataupun keracunan.
  2. Penyebab ayam tiren juga bermacam-macam. JIka disebabkan karena penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan hewan ke manusia maka orang tersebut bisa tertular. Misalnya saja seperti penyakit Avian Influenza atau flu burung.
  3. Nilai gizi yang ada pada daging ayam ini tentu akan menurun drastis bahkan menimbulkan kerugian kesehatan pada siapa yang mengonsumsinya.

Di Indonesia yang mayoritas Islam, bagaimana cara memotong atau menyembelih ayam tentu memiliki tata cara dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Sebab jika proses pemotongan ini tidak sesuai dengan syariat Islam maka daging tersebut menjadi tidak halal. Titik kritis dalam proses mendapatkan daging ayam ini adalah pada proses penyembelihan. Menurut MUI, memotong atau menyembelih ayam harus menyayat tiga saluran yani saluran nafas, saluran makan dan juga pembuluh darah kiri dan kanan yang ada di bagian leher ayam.

 

Jika Anda ingin lebih aman dan pasti kehalalannya, Anda bisa mempercayakan pada kirimayam. Sebab kirimayam mengimplementasikan sistem jaminan halal yang merupakan prasyarat agar mendapat sertifikat halal. RPH juga harus menyediakan fasilitas khusus untuk mendukung penyembelihan ayam agar sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

RPH harus memiliki fasilitas khusus untuk produksi daging hewan halal. Selain itu, kirimayam memiliki fasilitas yang sedemikian rupa agar produk karkas atau daging dan jeroan yang halal tidak terkontaminasi dengan barang haram.

kirimayam

Kirimayam menaati prasyarat yang ditentukan seperti pra penyembelihan, proses penyembelihan ataupun penanganan setelah penyembelihan. Petugas yang ada di dalam kirimayam tentu sudah mengerti betul bagaimana harusnya syarat-syarat yang ada dipenuhi. Hal ini agar menghasilkan daging ayam segar dan masyarakat terbebas dari jual beli ayam tiren yang membahayakan.

Petugas penyembeliih ini memiliki persyaratan yaitu beragama Islam, berusia minimal 18 tahun, berbadan sehat dan memiliki catatan kesehatan yang baik. petugas juga memahami bagaimana tata cara penyembelihan sesuai dengan syariat Islam. Petugas harus lulus terhadap pelatihan penyembelihan halal yang dilakukan dii lembaga Islam atau lembaga sertifikasi halal lainnya. Semua proses harus dipenuhi dengan baik berbeda dengan mereka yang menjual ayam tiren.

daging ayam

Mengenai ciri ayam segar dan daging ayam tiren, Anda bisa mengingat ciri yang ada dan mencermati bagian ayam saat hendak membelinya. Pastikan bahwa Anda memilih tempat yang bersih dan terjamin keamanannya seperti RPH yang sudah memiliki sertifikat halal atau sertifikat serupa lainnya. Dengan begitu, Anda tak akan khawatir tentang kandungan gizi di dalamnya karena terjaga dengan baik.