Tips dan Cara Memilih Ayam Kampung yang Segar

memilih ayam kampung

Memilih ayam kampung belakangan menjadi hal yang sering dilakukan oleh masyarakat untuk diolah menjadi masakan khusus. Walaupun ayam negeri atau broiler memiliki daging yang lebih banyak, namun ayam kampung masih tetap memiliki penggemar kolektif. Terutama untuk mereka yang ingin melakukan gaya hidup sehat, sebab ayam kampung hanya memiliki sedikit lemak.

Semua orang dapat mengkonsumsi daging ayam, karena memiliki kandungan protein dan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun Anda tetap harus berhati-hati jika memiliki riwayat alergi terhadap ayam, baik kampung ataupun ayam negeri. Untuk mendapatka gizinya, Anda bisa mengganti ayam dengan daging hewan lain.

Terdapat beberapa jenis ayam yang bisa Anda temukan di pasaran, yakni ayam kampung, ayam negeri atau yang lebih sering disebut sebagai ayam broiler, ayam kampung khusus pejantan, serta ayam organik. Semua jenis ayam tersebut memiliki rentang harga yang berbeda, tergantung dengan jenis daging ayam yang Anda beli.

Banyak yang mengatakan bahwa memilih ayam kampung dengan ayam broiler sedikit sulit untuk dibedakan, terutama karena warna dan tekstur daging yang mirip satu sama lain. Namun terdapat beberapa cara memilih dan membedakan daging ayam kampung, diantaranya adalah:

Cara Memilih Ayam Kampung dan Ayam Broiler

1. Harga

Harga

Hal pertama yang bisa membedakan dua jenis ayam tersebut adalah harga yang ditawarkan di pasaran. Umumnya harga ayam kampung lebih mahal dibandingkan dengan ayam broiler. Perbedaan tersebut dikarenakan proses pengembakbiakkan ayam kampung dengan ayam boiler.

Ayam kampung memerlukan waktu sekitar enam bulan hingga siap untuk dijual dan potong, berbeda dengan ayam broiler yang memerlukan waktu satu bulan untuk dijual. Waktu yang lebih panjang  inilah yang membuat harga ayam kampung lebih tinggi, karena harus di hitung  pengeluaran untuk konsumsi sepanjang pembesarannya.

2. Ukuran

Ukuran

Faktor pembeda antara ayam kampung dengan ayam broiler selanjutnya adalah ukuran daging. Ayam kampung memiliki ukuran daging yang lebih kecil dibandingkan dengan boiler, dan hanya memiliki sedikit lemak di dalam dagingnya. Bagian paha juga terlihat lebih ramping dibandingkan dengan ayam boiler yang gemuk dan pendek.

Berbeda dengan ayam broiler, ukuran dagingnya lebih besar, gemuk, serta tebal. Untuk memilih ayam kampung Anda juga bisa melihat bagian ceker ayam, sebab ceker ayam kampung lebih panjang ukurannya dibandingkan dengan ayam broiler. Jika kesulitan, Anda dapat menanyakannya langsung kepada penjual ayam untuk mendaptkan ayam kampung.

3. Warna Daging

Warna Daging

Ternyata terdapat perbedaan antara daging ayam broiler dengan ayam kampung. Untuk mendapatkan daging yang lebih segar, warna memang memberikan pengaruh yang besar. Namun warna juga berperan penting untuk Anda yang hendak memilih jenis ayam, sebab jika dilihat dengan teliti masing-masing ayam memiliki ciri khas warnanya sendiri.

Daging ayam kampung umumnya memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan dengan ayam negeri atau broiler. Berbeda dengan daging ayam boiler, warnanya cenderung merah terang dan mengkilap. Perbedaan ini memang terjadi karena jenis makanan yang dimakan serta intensitas gerak yang dilakukan.

4. Tekstur Daging

Tekstur Daging

Perbedaan juga terlihat jelas apabila Anda melihat tekstur daging, jika daging ayam masih segar tentu akan memberikan ciri kenyal, berbeda dengan daging ayam yang sudah tiren, biasanya lebih pucat dan ditambah dengan bercak-bercak keunguan. Jika ingin mendapatkan daging ayam kampung yang segar, Anda harus mengetahui tips berikut ini.

Untuk memilih ayam kampung yang masih segar, perhatikan dan tekan daging sebelum melakukan pembelian. Daging yang terdapat pada ayam kampung cukup padat dan keras, serta butuh waktu yang lebih panjang untuk matang ketika diolah, baik dengan direbus atau digoreng.

Berbeda dengan ayam broiler, teksturnya jauh lebih empuk dan mudah untuk digigit. Proses pemasakan juga lebih singkat dibandingkan dengan ayam kampung, sebab sebagian besar dagingnya terdiri dari lemak.

5. Kulit

Rasakan tekstur kulit daging ayam

Selanjutnya adalah kulit ayam yang melapisi daging, sebab antara ayam broiler dengan ayam kampung memiliki ciri kulit yang berbeda. Tekstur kulit ayam kampung jauh  lebih kenyal, dan membuatnya tidak gampang sobek ketika tersentuh oleh tangan. Berbeda dengan kulit ayam negeri yang lebih halus dan lembek.

 

Inilah yang membuat kulit ayam broiler yang dijual di pasaran mudah sobek, serta lebih licin ketika disentuh. Sebab terdapat kandungan lemak yang tinggi di permukaan kulitnya. Secara ketebalan, kulit ayam kampung juga lebih liat dibandingkan dengan ayam broiler.

Setelah mengetahui perbedaan untuk memilih ayam kampung dengan ayam broiler tersebut, kini Anda bisa memilihnya dengan lebih mudah. Selain beberapa tips diatas, terdapat perbedaan lain yang harus Anda perhatikan ketika hendak mengkonsumsi ayam.

Ayam kampung dinilai lebih banyak memiliki FCR, atau lebih sering disebut sebagai food convrtion ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam boiler. Terdapat beberapa alasan kenapa ayam kampung memiliki kadar FCR yang lebih tinggi, diantaranya adalah:

  1. Mereka membutuhkan lebih banyak makanan untuk diubah menjadi daging, sebab intensitas bergeraknya lebih tinggi. Ayam kampung terbiasa berjalan kesana-kemari sebagai aktifitas sehari-harinya.
  2. Makanan yang digunakan umumnya merupakan makanan alami, organik, dan tidak memiliki campuran bahan kimia/
  3. Beternak ayam kampung juga lebih mudah dan fleksibel, yakni hanya perlu memberikan makan dengan menebarnya di ruang yang luas, tidak perlu tempat khusus untuk meletakkan makanan tersebut.

Ini tentu berbeda dengan ayam broiler yang memang secara khusus diternakkan untuk diambil dagingnya. Kandungan makanan yang dikonsumsi membuatnya membuat FCR ayam boiler lebih rendah dibandingkan dengan ayam kampung. Inilah alasan mengapa banyak orang memilih ayam kampung sebagai pilihan makanan berprotein tinggi.

Anda yang berdomisili di daerah Bandung kini bisa mendapatkan ayam kampung dengan melakukan pembelian secara daring di kirimayam.id. Selain lebih mudah dilakukan, ayam yang Anda beli jelas merupakan ayam kampung dengan kualitas yang baik.

Bahkan untuk Anda yang masih berlokasi di Bandung, dapat menikmati fasilitas layanan antar ayam langsung ke rumah ataupun ke kantor Anda. Ini tentu akan memudahkan ibu rumah tangga untuk mendapatkan bahan makanan yang sehat untuk keluarga, dengan memberikan daging ayam bernutrisi tinggi sebagai sajian makanan.

Mengkonsumsi ayam kampung memang bisa dilakukan secara berkelanjutan, namun tentu harus diimbangi lagi dengan nutrisi lain yang mencukupi, seperti sayuran, vitamin, dan lainnya. memilih daging ayam kampung dibandingkan dengan daging ayam boiler juga lebih baik, sebab kandungan lemaknya lebih rendah dan lebih aman dikonsumsi oleh tubuh.

Kandungan gizi ayam kampung sekitar 246 kkal dengan 38 gram protein dan 9 gram lemak. Berbeda dengan daging ayam boiler, ia memiliki 295 kkal energi, namun kandungan lemak yang tinggi dan berprotein setara. Ada 14,7 gram lemak di dalamnya dengan 37 gram protein.

Itulah mengapa memilih ayam kampung sebagai bahan makanan konsumsi sehari-hari banyak direkomendasikan oleh berbagai praktisi kesehatan, terutama untuk mereka yang merencanakan program penurunan berat badan.

Bagikan Artikel