Hampir semua orang memilih berbelanja bahan makanan di pasar tradisional. Beberapa alasannya adalah karena harganya yang lebih terjangkau, pilihannya beragam, kondisi sayuran masih segar dan lain sebagainya. Sayangnya masih ada pedagang yang tak memperdulikan kualitas barang yang dijual. Pembeli tentu menginginkan daging ayam potong segar namun tak semua tahu bagaimana cara memilihnya dengan tepat. Daging ayam merupakan sumber protein dimana bahan makanan ini jelas dibutuhkan oleh tubuh kita.

Daging ayam yang masih segar dengan yang sudah tidak layak konsumsi jelas bedanya. Baik dari segiwarna, bau dan tekstur daging. Selain menjadi sumber protein, tak sedikit juga yang memilih usaha kuliner dengan bahan pokok daging ayam sehingga permintaan di pasar pun seringkali meningkat. Bagi Anda yang gemar berbelanja bahan-bahan makanan termasuk ayam potong, cermati apa saja ciri daging ayam segar dan yang sudah tidak layak dibeli.

5 Tips Memilih Daging Ayam Potong Segar

5 Tips Memilih Daging Ayam Potong Segar

1. Ayam yang Elastis dan Tidak Begitu Padat

Warna dan tekstur sangatlah penting diperhatikan saat Anda akan membeli daging ayam. Cara paling mudah adalah tekan daging ayam yang ingin Anda beli, jika daging tersebut memiliki tekstur yang elastis atau tidak begitu padat maka daging ayam masih tergolong segar. Berbeda halnya jika saat ditekan daging tidak bisa kembali ke bentuk semula dalam waktu cukup lama maka sebaiknya tidak memilih daging ayam tersebut. Hal ini karena ayam yang sudah beberapa kali dibekukan memiliki tingkat elastisitas yang rendah.

2. Warna Putih dengan Semburat Merah Muda

Tips memilih daging ayam potong segar berikutnya adalah dengan melihat warnanya. Daging ayam potong yang masih segar akan memiliki warna putih dengan semburat merah muda. Permukaannya juga akan lebih lembab. Perhatikan jika ayam yang akan Anda beli berwarna putih pucat kebiruan seperti memar maka ayam tersebut bisa dipastikan ayam tiren atau mati kemarin.

3. Perbedaan Tekstur

Tekstur daging ayam potong segar sangat berbeda dengan ayam tiren. Apabila tekstur daging masih kasar atau berpasir maka hal ini bisa menjadi tanda bahwa daging ayam tersebut memang sudah lama atau tidak segar. Ada kemungkinan bahwa pasir tersebut merupakan sisa bahan kimia yang digunakan dan tidak terbilas dengan bersih. Hindari memilih daging ayam yang berkulit licin dan mengkilap. Daging tersebut berformalin dan tak layak untuk dikonsumsi.

4. Bau Daging Ayam

Untuk daging ayam yang sebaiknya tidak dibeli memiliki bau amis yang menyengat. Sementara untuk daging ayam potong segar memang juga memiliki bau amis tetapi sangat tipis bahkan tidak berbau. Tidak hanya bau amis, namun daging ayam yang tidak layak konsumsi juga berbau bahan kimia. Bau ini juga menandakan daging ayam sudah tercampur dengan bahan-bahan kimia yang tidak semestinya. Hindari memilih daging ayam dengan bau yang menyengat.

5. Hindari Cairan atau Darah

Daging ayam dengan banyak darah tentu memiliki beberapa indikasi. Misalnya saja seperti sudah disentuh oleh banyak tangan yang membuat bakteri pada daging tersebut jadi makin banyak. Tidak hanya darah, daging ayam dengan banyak cairan juga menunjukkan daging tersebut tidak segar. Alasannya adalah daging ini bisa jadi adalah daging ayam tiren yang sudah melewati beberapa kali proses pembekuan agar tetap awet. Akibatnya, daging ayam akan mudah mengeluarkan cairan atau darah yang menunjukkan kualitas buruknya.

Cara Menyimpan Daging Ayam Potong Segar di Kulkas

Cara Menyimpan Daging Ayam Potong Segar di Kulkas

1. Simpan dengan Suhu Dibawah 5 Derajat Celcius

Ketika Anda sudah memilih daging ayam potong segar, simpan dengan suhu dibawah 5 derajat celcius. Sebab daging ayam mentah harus disimpan dalam lemari es dengan suhu tersebut. bakteri cenderung berkembang lebih lama dan hal ini bisa memperlambat kerusakan. Berbeda halnya jika disimpan pada suhu kulkas biasa maka harus segera diolah dalam kurun waktu kurang lebih 48 jam atau 1 dan 2 hari agar tetap aman saat dikonsumsi.

Resiko saat Anda tetap mengolah daging ayam potong yang sudah beberapa hari dalam kulkas adalah pada kesehatan kita. Ayam bisa membusuk dan berubah warna menjadi abu kehijauan. Bahkan bintik jamur juga tumbuh yang menandakan adanya bakteri. Bau ayam terasa asam dan menyerupai amonia. Teksturnya juga akan berlendir dan tidak boleh dibilas karena akan membuat bakterinya menyebar ke peralatan memasak Anda.

2. Letakkan Daging Ayam Potong Segar di Rak Bawah Kulkas

Menyimpan daging ayam mentah di bagian rak bawah pada kulkas adalah cara terbaik untuk mempertahankan kualitasnya. Bungkus daging ayam dengan plastik dan letakkan di atas nampan atau piring. Lebih praktisnya lagi, tempatkan pada wadah tertutup untuk menghindari sari daging ayam yang menetes ke makanan lain.

Jika sari daging ayam menetes ke makanan lain maka bisa berbahaya terutama untuk produk yang tidak dimasa saat akan dimakan seperti buah-buahan. Pastikan agar tidak menumpuk daging ayam mentah di atas makanan atau minuman yang ada di dalam kulkas agar lebih aman.

3. Tidak Mencuci Daging Ayam

Banyak yang beranggapan bahwa setelah membeli daging ayam, harus dicuci terlebihi dahulu kemudian disimpan atau dimasak. Namun, cara yang benar adalah daging ayam potong segar adalah tanpa mencucinya sebelum diolah. Karena jika mencuci daging ayam mentah kemungkinan ada percikan sari daging mentah dan bakteri ke dalam peralatan masak Anda. Mencucinya juga tidak akan menghilangkan bakteri yang ada pada dagingnya. Membersihkannya bisa dengan merebusnya sebentar dan dibilas menggunakan air mengalir.

4. Simpan di Freezer

Ayam bisa dibekukan di dalam kulkas agar tahan lama beberapa hari. Anda bisa meletakkannya ke dalam freezer menggunakan suhu dibawah minus 20 derajat celcius. Daging ayam potong segar bisa Anda simpan di dalam freezer bahkan sampai 9 bulan. Sementara untuk ayam utuh bisa dibekukan hingga satu tahun lamanya. Berbeda dengan ayam yang sudah dimasak yang bisa disimpan di freezer sampai 6 bulan. Namun jika akan dimasak, cairkan dengan memasukkannya ke dalam oven microwave. Mencairkan ayam beku sebaiknya tidak dengan suhu kamar. Cara ini justru membuat bakteri menjadi berkembang pada tingkat yang berpotensi berbahaya untuk kesehatan.

Menyimpan daging ayam mentah dan matang memang berbeda caranya. Jika Anda menyimpan daging ayam yang sudah dibumbui, masukkan ke dalam wadah tertutup. Karena daging ayam seperti ini tidak bisa disimpan terlalu lama. Jika daging ayam sudah dibumbui kemudian Anda simpan di dalam freezer, dikhawatirkan bumbu akan larut bersama air saat dimasak.

Tidak hanya bagaimana cara memilih daging ayam yang berkualitas, tetapi bagaimana cara menyimpannya juga harus diperhatikan. Mulai dari suhu penyimpanan, cara membungkusnya dan bagaimana meletakkan ayam tersebut di dalam kulkas. Pilih daging ayam potong segar yang baik untuk kesehatan. Karena selain kualitasnya terjamin, Anda juga tidak perlu khawatir untuk mengolahnya menjadi berbagai macam menu.