Indonesia merupakan salah satu penghasil daging ayam terbesar di dunia, ini dikarenakan jumlah penduduk di Indonesia yang setiap tahunnya terus bertambah banyak dan minat akan olahan daging ayam cukup banyak. Hampir 80% orang Indonesia menyukai makanan seperti daging dan sisanya untuk memilih vegetarian, tak heran permintaan daging hewani khususnya daging ayam potong segar cukup laris dipasaran.

Di Indonesia sendiri pertumbuhan produksi dari ayam broiler rata-rata berkisar antara 6,6% per-tahunnya. Di ambil dari data Direktorat Jendral Kementrian Pertanian Indonesia jika kembali ke 2016 silam produksi ayam broiler mencapai 1.689.584 ton produksi, ini jauh lebih besar dibandingkan dengan produksi sebelumnya yakni 1.628.307 ton ayam broiler. Dengan bertambahnya jumlah produksi maka jumlah daging ayam potong segar otomatis juga bertambah dipasaran.

Namun beberapa pedagang nakal justru menjual daging ayam tiren atau ayam mati kemaren karena keuntungannya jauh lebih besar dari pada menjual daging ayam segar. Maka anda perlu berhati-hati dalam memilih ayam potong yang akan anda beli dipasaran karena tidak sedikit ayam yang bisa menipu mata anda yang keliatan segar padahal merupakan ayam tiren.

Nah pada tulisan kali ini kami ingin menunjukan kepada anda bagaimana mencari tau apakah ayam yang akan anda beli masih segar atau kah justru sudah tidak segar ? Simak pembahasan kami berikut ini.

Kenali Ciri ciri Daging Ayam Potong Segar dan Daging Ayam Tiren

perbedaan daging ayam segar dan tiren

Dilansir dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia, beberapa ciri-ciri daging ayam potong segar diantaranya : Jika diperhatikan warna daging ayam potong segar putih pucat, aromanya normal, bekas sembelihan di leher daging ayam potong segar  terbuka lebar, serat daging halus dan lubang pori bekas cabutan bulu tertutup, dan sendi daging ayam potong segar elastis saat anda ditekuk.

Lain halnya dengan ciri-ciri dari Ayam Tiren : Daging ayamnya kebiru-biruan pucat kelihatan tidak segar, baunya tidak sedap dan amis, bekas sembelihan di leher ayam tiren tampak sempit rapi, permukaan daging ayam tiren terasa kasar pori pori nya tidak menutup rapat, ketika sendi ayam ditekuk terasa kaku tidak elastis, dan ketika pedagang menggunakan formalin warna kulit ayam tiren akan licin dan mengkilat karena efeknya.

 

Perbedaan Bau Daging Ayam Potong Segar dan Bau Daging Ayam Tiren

Bau Ayam

Ayam yang memiliki daging masih segar akan menunjukan aroma khas daging segar pada umumnya dan tidak akan menimbulkan bau anyer atau amis yang menyengat seperti bau bangkai. Jika anda mencium bau ayam seperti bau anye berarti ayam tersebut tergolong tidak segar, kualitasnya juga pasti akan buruk ketika disantap karena kondisinya hampir busuk. Namun sekarang anda perlu berhati hati karena banyak yang menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan aroma anyer ayam busuknya.

Cari Tempat Pembelian Daging Ayam Potong Segar Terpercaya

jual daging ayam

Sekarang ini sudah banyak beredar tempat penjualan daging ayam di berbagai lokasi, biasanya para pedagang akan berkumpul di pasar untuk melariskan dagangannya. Tidak ada salahnya berbelanja ayam potong dipasar, tetapi anda perlu jeli dalam memperhatikan kebersihan tempat penjualan tersebut, misal jauh dari tempat pembuangan sampah, selokan air nya yang bersih, dan sebagainya.

Karena kebersihan ayam potong yang dijual juga tergantung dari lingkungannya juga, jika lingkungannya kotor otomatis daging ayam juga akan kena imbasnya. Jika anda ingin memilih tempat yang bersih dan sudah dijamin kesehatannya anda bisa berbelanja di supermarket yang dekat dengan tempat tinggal anda.

Di supermarket ayam yang di jual sudah melalui proses yang sangat ketat sehingga cukup aman untuk dikonsumsi. Nah selain itu juga sekarang sudah tersedia supplier daging ayam terpercaya di Bandung yakni “Kirimayam.id”. Anda bisa mendapatkan daging ayam segar langsung dan halal siap dikirim ke tempat anda! Beberapa sertifikat dari rumah potong ayam diantaranya : Sertifikasi Halal, Sertifikasi BPOM, Sertifikasi NKV, dan Sertifikasi Uji Lab non Mikroba-ecoli.

Tips Memilih Daging Ayam Potong

Tips Memilih Daging Ayam Potong

1. Rasakan Tekstur Kulit Daging Ayam Potong Segar Yang Akan Anda Beli

Biasanya daging ayam yang sudah ditambahkan bahan kimia (formalin) ketika disentuh dan diusap sedikit kulitnya teksturnya akan terasa seperti berpasir. Jika anda menemukan kondisi seperti ini kami tidak menyarankan anda untuk membelinya karena bisa jadi ayam tersebut sudah diberi bahan kimia, tekstur berpasir yang anda rasakan adalah sisa-sisa bahan kimia yang tidak terbilang habis di kulit ayam.

2. Perhatikan Lalat yang Hinggap Pada Daging Ayam Potong Segar Di Pasar

Lalat mungkin merupakan hewan kecil yang dibenci oleh banyak orang, tetapi pada aspek ini lalat sangat berperan penting sebagai indicator untuk menentukan apakah daging ayam potong itu masih segar atau kah tidak. Lalat akan hinggap di makanan atau daging mentah untuk menyebarkan bakteri dan virus. Tetapi lalat tidak akan hinggap pada daging mentah yang sudah diberi bahan kimia, silahkan anda cek jika di penjualan daging ayam salah satu ayam bersih dari hinggapan lalat sedangkan yang lain ada lalat nya. Bisa jadi ayam itu sudah ditambahkan bahan kimia.

3. Menekan Daging Ayam

Daging ayam potong segar ketika ditekan akan cenderung elastis dan akan kembali kebentuknya semula, tetapi jika anda mencoba menekan daging ayam yang sudah tidak segar maka daging ayamnya cukup lentur dan tidak kembali ke bentuk semula, ini berarti daging ayam tersebut sudah cukup lama disimpan atau dibekukan dalam waktu yang lama sehingga sel dagingnya rapuh dan rusak.

 

Seperti itulah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih daging ayam potong segar di pasar maupun di supermarket dekat tempat tinggal anda. Terakhir kami sajikan harga daging ayam potong hari ini 4 Februari 2021 di Provinsi Jawa Tengah Sebagai Berikut :

 

Kota Solo Rp 16.500 – Rp 18.000, Sragen Rp 16.500 – Rp 17.500, Wonogiri Rp 16.500 – Rp 17.000, Klaten Rp 16.000 – Rp 17.000, Salatiga Rp 16.000 – Rp 17.000, Semarang Rp 16.000 – Rp 18.000, Kudus Rp 16.500 – Rp 17.500, Pati Rp 16.000 – Rp 18.000, Jepara Rp 16.000 – Rp 18.000, Rembang Rp 16.000 – Rp 18.000, Purwadadi Rp 16.000 – Rp 17.500, Yogyakarta Rp 16.000 – Rp 18.000, Gunung Kidul Rp 16.000 – Rp 17.500, Magelang Rp 16.000 – Rp 17.500, Temanggung Rp 16.000 – Rp 18.000, Purworejo Rp 16.000 – Rp 18.000, Kebumen Rp 16.000 – Rp 18.000, Cilacap Rp 16.000 – Rp 18.000, Banjarnegara Rp 16.000 – Rp 17.500, Purwokerto Rp 16.000 – Rp 17.500, Batang Rp 16.000 – Rp 17.500, Pekalongan Rp 16.000 – Rp 18.000, Pemalang Rp 16.000 – Rp 18.000, Tegal Rp 16.000 – Rp 17.500, Brebes Rp 16.000 – Rp 17.500.